Review “Crossing the Railroad” by Pelukislangit a.k.a Felix dass

* * * * (four star out of five)

Saya merasa begitu terasing. Apakah benar saya sedang berada di tengah kerasnya kota Jakarta dan suburbannya yang menjadi teman akrab saya menuju rumah, atau saya sedang menjalankan sebuah perjalanan tanpa sadar menuju tanah Amerika?

Ternyata, kaki saya masih memijak tanah. Saya tidak sedang bermimpi.

Perkenalkan, Wonderbra. Band rock dari tanah Depok, suburban Jakarta. Pertama kali, saya menonton mereka bermain langsung sekitar dua tahun yang lalu di bilangan Kemang. Dan sekarang, mereka baru saja merilis album penuh mereka yang pertama. Judulnya Crossing the Railroad.

Sleevenya jelek. Kurang kawin dengan musik mereka. Dominasi warna merah yang dikawinkan dengan hitam seakan kurang representatif dengan musik mereka. Tapi, hal itu bisa dihilangkan begitu saja. Toh, kita mendengarkan musik. Bukan melihat sleevenya.

Rekaman ini berisi delapan buah lagu yang begitu bertenaga. Dibuka oleh sebuah lagu berjudul Dig It Deep. Beat lagu ini begitu bertenaga. Berhasil membuka petualangan baru bersama Wonderbra yang begitu sempurna.

Sang vokalis bernyanyi dengan suara yang begitu hebat. Pasti akan mengingatkan orang akan sosok perempuan legenda musik rock itu.

Dance With the Blues juga meninggalkan impresi yang sama. Sepertinya mereka memang secara masif ingin memprovokasi orang yang mendengarkan dua lagu ini untuk menjadi liar dan melupakan sekitar.

Track yang mencuri perhatian adalah Crossing the Railroad. Lagu pelan yang satu ini benar-benar memamerkan kualitas vokal tingkat tinggi milik Thera, sang vokalis. Lagu balada tentang hubungan antar manusia yang bagus. Ini track yang paling saya suka dari rekaman ini.

Ada lagi satu lagu balada yang bagus. Judulnya Ode (To Lady Janis) –sekaligus menjadi konfirmasi siapa idola mereka, sepertinya—.

Saya pikir, musik mereka harus mendapatkan banyak perhatian. Terutama kesempatan untuk bermain langsung di atas panggung. Toh, musik seperti ini memang punya kodrat untuk tampil dengan kuantitas yang banyak di atas panggung.

Lagu penutup rekaman ini, Hell’s Kitchen juga begitu menggugah. Tidak menyisakan ruang untuk bernapas. Syukur bahwa mereka hanya memasukan delapan track ke dalam rekaman ini. Jadi, sebongkah kekaguman itu masih terjaga dengan kadar yang standar, tidak lebih, tidak kurang. Hell’s Kitchen adalah sebuah lagu bertipe singalong yang cantik.

Secara garis besar, musik Wonderbra sangat menarik. Akan menjadi lebih menarik ketika mereka mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain bagi orang banyak. Band ini salah satu band rock yang berbahaya. Tidak ada keraguan untuk yang satu itu. Cari segera album ini. (pelukislangit)

Original site:  http://pelukislangit.multiply.com/reviews/item/45

Leave a Reply