Archive for March, 2007

Die Die Warhol Die!

Monday, March 19th, 2007

oleh NOSA THE WONDERGUITAR

Andy Warhol yang ‘namanya’ terkenal gara-gara logo-logo iklan komersial yang dia buat pernah membuat suatu pernyataan kalo "Art is Money, and Money is Art." Di sini gue berniat membunuh si Warhol ini yang gue anggep seniman besar yang menyalahartikan seni!

Buat gue money is art! itu jelas. ada gambar-gambar di duit, ada relasi kekuasaan yang sangat jelas baik secara politik, atau sosio-kultural di duit di setiap negara, itu membuktikan duit adalah suatu karya seni. Duit adalah karya seni yang menggerakan kegiatan suatu negara, dan secara global, dunia. Tapi seni bukan duit. Dia adalah penggeraknya dan itu nggak berhubungan terbalik. kenapa?

Akarnya duit adalah angka. itu adalah bahasa universal, kode yang semua orang tahu.  angka sendiri adalah simbol-simbol kuno yang dipakai untuk menginterpretasikan nilai-nilai abstrak dalam pikiran; ia sendiri adalah seni. Maka kalau seni adalah duit, maka akar dari seni adalah angka. Apa betul begitu? Tentu tidak! seni terjadi karena interteks-interteks yang lebih rumit daripada angka, semua bagian pikiran manusia adalah bagian dari seni sendiri, dan duit beserta angkanya cuma salah satu faktornya. Duit bagaikan tangan dan seni bagaikan tubuh, elo bisa bilang tangan adalah bagian dari tubuh, tapi nggak bisa bilang tubuh bagian dari tangan!

Memang untuk membuat karya seni harus menggunakan uang? nggak juga! karena Uang adalah suatu sistem, dan kalau ada sekelompok orang lain diluar sistem uang itu mengakui satu hal sebagai seni, maka hal itu akan menjadi seni yang bukan dihargai oleh uang.  Misalnya ada sebuah band Rock n Roll bernama Wonderbra yang menilai bahwa musik mereka enak mereka mainkan dan mereka dengarkan. Maka disanalah mereka membuat karya seni yang mereka hargai di luar sistem uang. Selama mereka membuat lagu2 diluar sistem uang yang ada (i.e. tidak dalam maksud komersial) dan mereka mencintai musik mereka sendiri, niscaya mereka akan bebas dari kekuasaan kapitalis tersebut (yang didalamnya terdapat kekuasaan tarik menarik antara politik, media, dan ideologi penguasa)dan membuat seni sebagai seni. Bukan uang, bukan ketenaran, bukan juga ambisi. Sesederhana, Rock n Roll.

PS: Kerelaan adalah inti dari semua kesenian, dan ketika semua mulai berkata-kata dalam pujian, ejekan, hinaan, makian, dan mulai memasukan kita ke dalam sistem uang, ingatlah bahwa karya seni takkan berarti ketika sendirian. Seni selamanya akan menjadi komunal, dan persetan semua sistem…maka relakah seni yang sudah kalian buang di tong sampah kapitalisme, itu bukan kalian, itu hanya sebuah mimesis, dan mereka takkan pernah tahu apa yang kita alami di panggung, di hidup dan di studio, selamanya itu akan menjadi milik kita secara eklusif!

Review “Crossing the Railroad” by Pelukislangit a.k.a Felix dass

Friday, March 16th, 2007

* * * * (four star out of five)

Saya merasa begitu terasing. Apakah benar saya sedang berada di tengah kerasnya kota Jakarta dan suburbannya yang menjadi teman akrab saya menuju rumah, atau saya sedang menjalankan sebuah perjalanan tanpa sadar menuju tanah Amerika?

Ternyata, kaki saya masih memijak tanah. Saya tidak sedang bermimpi.

Perkenalkan, Wonderbra. Band rock dari tanah Depok, suburban Jakarta. Pertama kali, saya menonton mereka bermain langsung sekitar dua tahun yang lalu di bilangan Kemang. Dan sekarang, mereka baru saja merilis album penuh mereka yang pertama. Judulnya Crossing the Railroad.

Sleevenya jelek. Kurang kawin dengan musik mereka. Dominasi warna merah yang dikawinkan dengan hitam seakan kurang representatif dengan musik mereka. Tapi, hal itu bisa dihilangkan begitu saja. Toh, kita mendengarkan musik. Bukan melihat sleevenya.

Rekaman ini berisi delapan buah lagu yang begitu bertenaga. Dibuka oleh sebuah lagu berjudul Dig It Deep. Beat lagu ini begitu bertenaga. Berhasil membuka petualangan baru bersama Wonderbra yang begitu sempurna.

Sang vokalis bernyanyi dengan suara yang begitu hebat. Pasti akan mengingatkan orang akan sosok perempuan legenda musik rock itu.

Dance With the Blues juga meninggalkan impresi yang sama. Sepertinya mereka memang secara masif ingin memprovokasi orang yang mendengarkan dua lagu ini untuk menjadi liar dan melupakan sekitar.

Track yang mencuri perhatian adalah Crossing the Railroad. Lagu pelan yang satu ini benar-benar memamerkan kualitas vokal tingkat tinggi milik Thera, sang vokalis. Lagu balada tentang hubungan antar manusia yang bagus. Ini track yang paling saya suka dari rekaman ini.

Ada lagi satu lagu balada yang bagus. Judulnya Ode (To Lady Janis) –sekaligus menjadi konfirmasi siapa idola mereka, sepertinya—.

Saya pikir, musik mereka harus mendapatkan banyak perhatian. Terutama kesempatan untuk bermain langsung di atas panggung. Toh, musik seperti ini memang punya kodrat untuk tampil dengan kuantitas yang banyak di atas panggung.

Lagu penutup rekaman ini, Hell’s Kitchen juga begitu menggugah. Tidak menyisakan ruang untuk bernapas. Syukur bahwa mereka hanya memasukan delapan track ke dalam rekaman ini. Jadi, sebongkah kekaguman itu masih terjaga dengan kadar yang standar, tidak lebih, tidak kurang. Hell’s Kitchen adalah sebuah lagu bertipe singalong yang cantik.

Secara garis besar, musik Wonderbra sangat menarik. Akan menjadi lebih menarik ketika mereka mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain bagi orang banyak. Band ini salah satu band rock yang berbahaya. Tidak ada keraguan untuk yang satu itu. Cari segera album ini. (pelukislangit)

Original site:  http://pelukislangit.multiply.com/reviews/item/45

Single “Hell’s Kitchen” jadi jawara di playlist indie 7 ARDAN FM Bandung!!!! yipppiieee….

Tuesday, March 13th, 2007

Di suatu minggu siang yang cerah (11 Maret 2007) saat gue mengunjungi saudara-saudara semakhluk hidup berupa gorila, gajah, jerapah dan lain-lain di ragunan zoo (yeah, gue lagi out on a date tp udah bosen ke mal, jadi kita ke kebon binatang cari suasana baru.. and it was sooo much fun walopun sangat tidak rok en rol, but who cares…) Tiba2, telepon gue berdering, rupanya nomernya nomer bandung, ternyata dari radio ARDAN membawa sebuah kabar baik… Single pertama kita “Hell’s Kitchen” ada di peringkat pertama playlist indie mereka, padahal rasanya baru aja single dimasukkin satu/dua minggu yang lalu. Horeeee!!! Dan hari itu juga gue inget kalo ternyata tgl 8 kemaren tuh ulang taun wonderbra (shiat, gue lupaaa…) Ah yasudah, sungguh sebuah hari yang indah di kebon binatang, terimakasih yah buat teman2 di bandung yang sudah mendukung kita, moga2 di jakarta kita juga dapet dukungan yang sama… :)
Cheers!

-t-